Di Lombok Timur, Anak Tiduri Ibu Kandungnya Hingga Hamil, Bayi Hasil Hubungan Sedarah itu Lahir dan Dibuang

tsk

Tribratanews.com – Sesosok bayi perempuan ditemukan di tengah Kebun Pisang dekat bibir Pantai Labuan Lombok. Kasus penemuan bayi masih hidup ini dilaporkan ke Markas Kepolisian Sektor Pringgabaya Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyelidikan berjalan. Unit Reskrim Polsek Pringgabaya berhasil menemukan siapa pembuang bayi itu. Kasus pun terbongkar. Polisi menangkap SP.

Polsek Pringgabaya kemudian melimpahkan kasusnya ke Kepolisian Resor Lombok Timur.

Kasat Reskrim melalui Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan anak ( PPA ) Polres Lombok Timur, Ajun Inspektur Polisi Satu I Nyoman Samba A mengatakan, proses penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka masih dilakukan. Pihaknya belum bisa menetapkan pelaku dengan ancaman hukuman apapun karena ibu kandung pelaku belum bisa dimintai keterangan.

“Kita masih dalami, dan SP akan dijerat dengan Undang-undang perlindungan perempuan dan Anak (PPA) KUHP. Ancaman di atas lima tahun penjara,”kata Aiptu I Nyoman Samba A.

Di hadapan penyidik Unit PPA, SP mengakui semua perbuatannya telah meniduri ibu kandungnya karena di bawah pengaruh minuman keras (Miras). Aksi pertamanya dilakukan dengan pengancaman. Persetubuhan berikutnya tidak di bawah pengaruh miras tetapi tetap memaksa sampai terjadi hubungan layaknya suami istri selama enam kali.

“Yang ketiga sampai ke enam itu tidak saya paksa. Tinggal minta langsung dilayani,”aku SP kepada penyidik.

Buah dari hasil hubungan sedarah atau Inses, NR (40) sang ibu melahirkan. Dikisahkan SP, ketika ibunya akan melahirkan pada Rabu (25-06-2016) sekitar pukul 12.00 WITA, dirinya mengantarnya menggunakan motor ke tengah kebun pisang. Proses persalinan tidak dibantu siapapun.

“Saya tidak tahu kalau dia hamil. Selama ini, permintaan sang ibu tidak banyak layaknya perempuan yang ngidam,”aku SP.

Di tengah Kebun Pisang, NR melahirkan. Proses persalinan tidak dibantu siapapun. NR berjuang sendiri dan jabang bayi perempuan lahir dalam keadaan normal dan sehat.

Dan kepanikan muncul dengan kehadiran jabang bayi. Akhirnya keduanya memutuskan membuangnya. Takut diketahui warga, SP meninggalkan bayi itu di tengah Kebun Pisang.

“Saya sering tidur bareng ibu. Mungkin pengaruh setan saya melakuan itu,”aku SP yang menjawab tak tahu alasannya meniduri ibu kandungnya.

SP melampiaskan nafsu birahinya sepulang ibunya dari Arab Saudi.
Sejak masih duduk di bangku kelas empat SD, dia tinggal bersama ibunya yang telah bercerai dengan bapaknya.
[Ayief-Humas Polres Lombok Timur/Ddn]

Related Posts