Polres Prabumulih Selidiki Penemuan Tengkorak yang Diduga Bocah Wanita Korban Pembunuhan, Perkosaan dan Mutilasi

prabumulih7

Tribratanews.com – Kepolisian Resor Prabumulih Sumatera Selatan, melakukan penyelidikan atas temuan warga Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, kota Prabumulih, pada hari Minggu 15 Mei 2016 sekitar pukul 11.30 wib. Dimana, saat itu warga menemukan tengkorak manusia yang diduga merupakan korban mutilasi dan pemerkosaan di sebuah kebun karet milik warga.

Rangka manusia yang ditemukan tersebut hanya tengkorak kepala. Sementara bagian rangka lainnya seperti tulang belakang, tulang tangan serta kaki tidak ditemukan di lokasi kejadian. Selain tengkorak kepala, di sekitar lokasi kejadian polisi juga menemukan sandal jepit orange ukuran anak-anak, tumpukan rambut panjang, baju kaos anak perempuan, plastik hitam serta sebuah celana pendek warna biru dengan sobekan di bagian depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui tengkorak yang ditemukan tersebut, apakah korban pembunuhan di lokasi kejadian atau pelaku pembunuhan sengaja membuang menggunakan plastik ke sungai hingga terbawa pasang surut air dan menyangkut di hutan kebun karet pinggir Sungai Todakan, atau hal lainnya.

Namun kuat dugaan, korban merupakan korban pembunuhan sekaligus mutilasi. Sementara petugas kepolisian masih mencari bagian tubuh lainnya milik korban yang diduga berjenis kelamin perempuan itu. Selanjutnya, untuk proses penyelidikan tengkorak dan barang bukti baju dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih.

Penemuan tengkorak yang telah retak itu pertama kali diketahui oleh seorang Hansip Kelurahan Sungai Medang yakni Narmin, 50 tahun. Saat itu, Narmin mendapat perintah dari Lurah untuk memeriksa pembangunan normalisasi Sungai Todakan, sekitar pukul 11.30 wib.

Narmin kemudian menyusuri sisi kanan sungai. Lalu tak jauh dari lokasi penemuan, Narmin tidak bisa melintas lantaran jalan di sisi sungai becek dan berlumpur. Narmin kemudian memutar mencari jalan lain untuk menyusuri aliran sungai. Tiba di lokasi penemuan tengkorak, Narmin yang berjalan pelan, menendang tengkorak yang telah tertutup daun-daun tersebut.

Melihat ada tengkorak, Narmin kemudian melakukan pemeriksaan hingga kembali menemukan pakaian, sendal dan celana. Mendapati hal itu, Narmin yang awalnya hendak memeriksa aliran normalisasi langsung kembali ke Kelurahan dan memberitahu warga serta petugas kepolisian.

Selanjutnya bersama polisi, Narmin dan warga kemudian mendatangi lokasi kejadian. Petugas dibantu warga melakukan pencarian kerangka lain selain tengkorak. Namun petugas tidak menemukan bagan kerangka tubuh lainnya. “Waktu itu aku lagi mau menyusuri sungai karena ado normalisasi. Waktu lewat di pinggir sungai jalan becek samo belumpur, lalu memutar cari jalan lain. Waktu menyusuri jalan dekat kebun karet, tidak sengaja kaki aku menyepak tengkorak. Setelah diamati, ruponya tengkorak manusia,” ungkap Narmin. NA

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK, MTCP yang langsung meninjau penemuan tengkorak di kamar mayat RSUD Prabumulih mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan tengkorak tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait penemuan tengkorak, pakaian serta rambut ini. Kita juga masih mencari rangka bagian tubuh lain. Pencarian sedikit menyulitkan karena di sana itu air sungai pasang surut. Kita belum tahu pasti apakah tengkorak dibawa hanyut air sungai atau tidak. Jelasnya kita masih mencari,” kata Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK, MTCP.

Diungkapkan, pada Januari 2016 lalu, Polres Prabumulih menerima laporan dari warga yang kehilangan anaknya yang berinisial AN binti MU, 11 tahun, warga RT 02 RW 01 Kelurahan Sungai Medang. Bocah itu hilang saat diajak kakak tirinya berinisial SU mencari burung.

“Memang ada di kita laporan warga kehilangan anak bernama AN. Tadi juga di lokasi kejadian ada warga yang mengaku itu anaknya. Namun kita masih perlu mempertegas lagi untuk memastikan apakah benar atau tidak,” ungkap Kapolres.

Sementara di tempat penemuan tengkorak, MU, 41 thn, warga Kelurahan Sungai Medang mengaku jika tengkorak itu merupakan anaknya AN. Hal itu terlihat dari sendal, baju serta celana yang ditemukan, sama persis dengan ketika anaknya AN hilang.

“Itu benar baju, celana dan sendal milik anak saya yang saya laporkan hilang Januari lalu. Dia hilang setelah dibawa kakak tirinya mencari burung, anak saya hilang begitupun dengan pelaku,” ungkap MU kepada petugas di TKP dengan isak tangis.

[Opr PID Bid Humas]

Related Posts