Polsek Mesuji Raya OKI Berhasil Tangkap Pengedar Uang Palsu yang Belanja di Warung-warung

oki10

Tribratanews.com – Kepolisian Sektor Mesuji Raya Resor Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan berhasil mengungkap peredaran uang palsu (Unpal) di warung-warung yang ada wilayah Kecamatan Mesuji Raya dan Kecamatan Lempuing Jaya.

Terungkapnya peredaran uang palsu ini setelah Polsek Mesuji Raya berhasil mengamankan tersangka berinisial AW, 22 thn, warga Dusun I Desa Mukti Sari Lempuing Jaya OKI. Dari tangan tersangka, polisi menyita uang palsu pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu pada Rabu tanggal 18 Mei 2016.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pemilik warung di Desa Sukasari yang melayani tersangka berbelanja dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 20 ribu. Setelah memastikan bahwa uang yang diterimanya benar uang palsu,  pemilik warung melaporkannya ke Polsek Mesuji Raya dengan membawa barang bukti uang yang dianggap palsu.

Mendapat informasi dan laporan dari warga tersebut, Kapolsek Mesuji Raya Iptu Bambang Pancawala bersama personil menuju ke lokasi yang dicurigai. Polisi yang melihat tersangka di warung langsung menangkap tersangka dan menggeledahnya. Ketika digeledah, ditemukan uang pecahan Rp 20 ribu sebanyak sembilan dan Rp 100 ribu sebanyak 7 lembar.

“Uang palsu yang masih di tangannya berjumlah Rp 880 ribu,” kata Kapolres OKI, AKBP Amazona Pelamonia SH, SIk melalui Kapolsek Mesuji Raya Iptu Bambang Pancawala.

Polisi juga menyita rokok class mild tiga bungkus, rokok LA Bolt satu bungkus, jarum coklat dua bungkus, HP Nokia, dan pisau cap garpu terselip di pinggangnya. Kapolsek Mesuji Raya berharap, warga maupun pemilik warung yang sudah menjadi korban penipuan uang palsu ini segera melaporkan ke polisi dan membawa uang palsunya ke kantor polisi untuk bersama-sama dimusnahkan.

“Uang palsu ini jangan sampai beredar, karena merugikan kita semua,” tutur Iptu Bambang.

Menurut Kapolsek, tersangka mengakui uang palsu itu milik kakak iparnya yang kini masih dalam pengejaran. Tersangka sengaja diberi uang palsu untuk berbelanja di warung-warung. “Dari hasil pemeriksaan, AW belum sepenuhnya mengakui berapa banyak uang palsu yang diterimanya dari kakak iparnya,” kata Iptu Bambang yang akan menyerahkan kasus ke Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres OKI.

[Opr PID Bid Humas]

Related Posts